Feeds:
Posts
Comments

Komputer Forensics???

Istilah forensik sering kita dengar dalam upaya penyelidikan kejahatan yang dilakukan oleh polisi. Forensik (berasal dari bahasa Yunani Forensis yang berarti “debat” atau “perdebatan”) adalah bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu atau sains (www.wilkipedia.org). Kejahatan juga bisa terjadi di dunia maya yang disebut sebagai cybercrime dengan memanfaatkan computer sebagai media untuk melakukan kejahatannya. Salah satu contoh cybecrime adalah pencurian dokumen dengan cara pembobolan password. Seperti kejahatan dalam dunia nyata, kejahatan dalam dunia maya juga harus mendapatkan hukuman karena kejahatan tersebut sudah mengakibatkan kerugian pada pihak yang menjadi korban, karena itulah muncul computer forensic. Kegunaan dari computer forensic adalah untuk mengidentifikasi, menganalisa, mengungkapkan kejahatan tersebut di muka pengadilan dan pemeliharaan barang bukti agar bukti tersebut tetap sama seperi pada saat pertama kali ditemukan. Hal ini dilakukan karena jarak antara penemuan bukti dan pengungkapan di muka pengadilan relatif lama sehingga kita harus menjaganya dengan hati-hati supaya tidak ada perubahan salah satunya dengan mempertimbangkan tempat penyimpanan yang paling aman. Komputer forensic menekankan pada prosedur yang harus dilakukan dari awal penemuan kejahatan/ identifikasi, analisa, pengungkapan, reka ulang , dan pemeliharaan bukti- bukti kejahatan. Catatan adalah hal yang sangat penting, yang bisa menjadi pedoman untuk mengecek jika ada suatu kejanggalan dalam system computer kita. Sebagai contoh computer aktif dari jam 8.00-21.00, dan ketika kita cek dalam logfile (history aktivitas computer) ternyata terjadi aktivitas pengiriman setelah jam tersebut. Maka dapat dipastikan bahwa computer kita sedang menjadi sasaran cybercrime. Dan catatan ini bisa menjadi barang bukti di persidangan.

Advertisements

Pengenalan OOP

Ini pertama kalinya saya berkenalan dengan OOP (Object Oriented Progrograming). Dunia pemrograman adalah dunia baru bagi saya, namun setidaknya ada hal yang bisa saya ceritakan dari OOP berdasarkan konsep yang saya peroleh dari pembahasan kemarin di kelas.

Pemrograman Berorientasi Object (OOP) diibaratkan seperti manusia memandang dunia sebagai kumpulan object yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. OOP adalah pendekatan sebuah sistem melalui object-object penyusunnya dan interaksi antar object. OOP memandang object dengan seksama dari ciri fisik dan tingkah lakunya sekaligus hubungan antar object.

Object & Class
Dalam OOP kita mengamati obyek dengan segala karakteristiknya. Object dalam bahasa pemrograman seperti halnya object dalam kehidupan kita. Object adalah benda seperti: orang, sepeda, lampu,dan sebagainya. Kita misalkan obyek itu adalah orang, jika kita melihat orang yang terlihat adalah tangan, kaki, telinga, mata, kepala, apakah dia memakai kaca atau tidak, ini disebut sebagai atribut. Dalam bahasa pemrograman ini disebut sebagai variable. Sedangkan cara jalan kedepan, mundur, dan cara belok adalah contoh dari behavior, dalam bahasa pemrograman disebut method. Dari contoh diatas dapat diambil kesimpulan bahwa variable adalah ciri yang melekat atau komponen dari sebuah object, sedangkan Behaviour adalah tingkah laku atau cara object untuk mengubah kedudukannya dari keadaan semula,
Object mempunyai sifat independen, yaitu walaupun dari class yang sama namun antar object tidak saling terkait. Class merupakan struktur yang berisi method dan variable yang mendiskripsikan sebuah system. Sedangkan hubungan antara class dan objet adalah seperti cetakan dan hasil cetakannya, class adalah cetakannya sedangkan objectnya sebagai hasil cetakannya.
Adapun konsep OOP antara lain yaitu :
1. Inheritance
2. Abstraction dan modularity
3. Encapsulation
4. Polymorphism
Continue Reading »